Archive for Traveling

Catatan perjalanan ke Kalteng

Pada bulan agustus kemarin saya berkesempatan melakukan perjalanan ke Kalteng untuk mengerjakan sebuah project. Kesan pertama saat tiba di bandara Tjilik Riwut, palangkaraya (ibu kota kalteng), terasa sangat panas, mungkin karena dekat dengan garis khatulistiwa. Sesaat sebelum pesawat landing saya nyolong njepret sungai besar yang melintasi kalteng, yaitu sungai kahayan. Kalau dilihat-lihat sungai kahayan ini seperti sungai amazon kalau lihat di film-film. Berdasarkan informasi situs pemerintah kalteng, sungai ini memiliki panjang 600 km, disamping ada 10 aliran sungai besar lainnya. Potensi alam air yang sangat besar buat indonesia, kalau digarap dengan baik.

Lanjut lagi, setiba di bandara, saya dan rombongan sudah ditunggu sama orang depdagri kalteng, yang punya gawe neh, berasa jadi orang penting, hee. Enaknya lagi langsung di tempatkan di ruang VIP Bandara, jadi langsung nyrutup es jeruk, mak nyuss, berhubung karena udara sangat panas. Setelah itu, kita di ajak ke kantor gubernur sebentar untuk koordinasi. Acara selanjutnya adalah makan siang, wah, mak nyuss lagi, enak memang ngerjain project ma orang pemerintahan. Setiba di rumah makan, lupa namanya, hidangan yang tersedia adalah ayam goreng kampung, selidik punya selidik, yang punya warung ternyata orang bandung, hee. Banyak sekali orang jawa di kalteng, sampai musik di kendaraan pun campur sari dari jogja, hee, berasa di kampung halaman. Setelah puas makan, kita diantar ke hotel, semua sudah diatur, enaknya.

Karena waktu itu malam minggu, saya dan rekans memutuskan untuk jalan-jalan ke pusat kota. Di palangkaraya, pilihan tepat adalah di bunderan yos sudarso, di sana banyak sekali jajanan dan pilihan makanan. Di tempat ini juga pusatnya para muda-mudi nongkong.  Waktu itu, saya pingin banget yang namanya udang saus tiram, kesanku untuk udang di sana masih gede-gede, mak nyuss.  Satu hal yang saya lihat sedikit aneh di tempat ini adalah adanya warung remang-remang di pinggir-pinggir jalan protokol yos sudarso. Disebut remang-remang juga kurang pas, karena warungnya bener-bener gak ada lampu. Saya amati hampir setiap warung jenis ini, pasti sangat ramai dikunjugi pasangan muda-mudi. Sempat heran juga, kok bisa ya ada fenomena seperti ini di sini, hee.

Sekian dulu postingan kali ini, sambung lagi cerita nya lain waktu. Mungkin dari rekans bloger lain ada yang punya cerita soal kalteng, mari berbagi.

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.